Data Bansos Diperbarui, Pemerintah Tambah 470 Ribu Penerima Baru

Data Bansos Diperbarui, Pemerintah Tambah 470 Ribu Penerima Baru

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan pemerintah terus memperkuat akurasi penyaluran bantuan sosial melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang kini terintegrasi hingga tingkat desa di seluruh Indonesia.

Melalui sistem digital SIK-NG, lebih dari 70 ribu operator desa telah terhubung bersama pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik untuk mempercepat pembaruan data penerima manfaat. Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih akurat dan real time.

Pada triwulan kedua 2026, pemerintah mencatat lebih dari 470 ribu keluarga baru menerima bantuan sosial untuk pertama kalinya. Perubahan data penerima manfaat disebut terjadi secara berkala setiap triwulan seiring proses verifikasi dan validasi yang terus diperbarui.

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut pemutakhiran DTSEN kini telah mencakup sekitar 289 juta penduduk yang telah direkonsiliasi dengan data kependudukan. Basis data yang semakin kuat ini dinilai penting untuk memastikan ketepatan sasaran bansos sekaligus memperkuat pemetaan kemiskinan nasional.

BPS juga mencatat tingkat kemiskinan nasional per September 2025 berada di angka 8,25 persen, dengan kemiskinan ekstrem sebesar 0,78 persen. Pemerintah menegaskan pengukuran kemiskinan tidak hanya berdasarkan pengeluaran per kapita, tetapi juga mempertimbangkan kondisi rumah tangga secara menyeluruh guna menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Dikutip dari RRI.co.id