PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp410 miliar pada triwulan I 2026. Capaian tersebut tumbuh 13,3 persen secara kuartalan dan naik 3 persen secara tahunan, didorong penguatan fundamental bisnis, peningkatan pendapatan bunga bersih, serta efisiensi operasional.
Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna mengatakan kinerja positif tersebut mencerminkan upaya perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat melalui penguatan intermediasi, transformasi layanan, dan pengelolaan risiko secara berkelanjutan.
Pertumbuhan laba ditopang peningkatan Net Interest Income (NII) konsolidasi yang mencapai Rp2,05 triliun atau tumbuh 13 persen secara tahunan. Peningkatan tersebut didukung optimalisasi portofolio kredit dan strategi pengelolaan biaya dana yang lebih efisien.
Di sisi intermediasi, total kredit dan pembiayaan konsolidasi bank bjb tercatat sebesar Rp141,2 triliun. Sementara dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp159,9 triliun atau tumbuh 3,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Likuiditas bank juga tetap terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 83,5 persen.
Transformasi digital perseroan juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga Maret 2026, jumlah pengguna DIGI bank bjb mencapai 1,87 juta pengguna dengan fee based income dari kanal elektronik sebesar Rp115,7 miliar. Pada segmen pinjaman digital ASN melalui bjb KGB Pisan, outstanding kredit tercatat Rp159,8 miliar atau tumbuh 154,1 persen secara tahunan.
Selain memperkuat kinerja bisnis, bank bjb juga terus mendorong implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Hingga triwulan I 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan bank bjb mencapai Rp14,2 triliun dan sustainable bond sebesar Rp1,9 triliun.
Dikutip dari antaranews.com
