Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama perguruan tinggi di Indonesia untuk mengkaji kembali Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana yang pernah digagas oleh Soekarno. Menurutnya, konsep tersebut dapat menjadi referensi penting dalam merumuskan arah pembangunan Indonesia di masa depan.
Dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Hasto menjelaskan bahwa Pola Pembangunan Semesta Berencana merupakan visi pembangunan nasional yang disusun dengan melibatkan ratusan akademisi dan ahli dari berbagai bidang ilmu. Konsep tersebut dirancang untuk menempatkan Indonesia sebagai kekuatan strategis di kawasan Samudra Hindia dan Pasifik, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan.
Hasto menilai kajian ilmiah oleh BRIN dan perguruan tinggi diperlukan untuk mengidentifikasi bagian-bagian dari konsep tersebut yang masih relevan dengan tantangan pembangunan saat ini. Menurutnya, hasil kajian dapat menjadi kompas dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berorientasi pada kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Dalam konsep pembangunan tersebut, sejumlah kampus diarahkan menjadi pusat unggulan di bidang tertentu, seperti pengembangan demokrasi, kebudayaan, pemerintahan, hingga kedaulatan pangan nasional.
Selain itu, Hasto menekankan perlunya menciptakan iklim yang mendukung inovasi masyarakat. Menurutnya, kreativitas dan inovasi yang lahir dari masyarakat harus mendapat dukungan agar mampu berkontribusi terhadap pembangunan nasional. Dengan mengkaji kembali gagasan pembangunan yang pernah dirancang Soekarno, diharapkan Indonesia dapat memiliki landasan strategis yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan global dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Dikutip dari antaranews.com
