PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat sebanyak 126.169 penumpang menggunakan layanan kereta cepat Whoosh selama periode libur panjang Hari Raya Idul Adha hingga Hari Lahir Pancasila yang berlangsung pada 26 Mei hingga 1 Juni 2026. Tingginya angka tersebut menunjukkan meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan masa libur untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun melakukan perjalanan bisnis di koridor Jakarta-Bandung.
GM Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan rata-rata jumlah penumpang Whoosh selama periode tersebut mencapai 19 hingga 20 ribu orang per hari. Menurutnya, tingginya minat masyarakat menjadi indikator bahwa layanan kereta cepat semakin dipercaya sebagai pilihan transportasi yang efisien dan nyaman.
Berdasarkan data KCIC, relasi Halim–Padalarang menjadi rute dengan jumlah penumpang tertinggi selama libur panjang dengan 62.801 penumpang. Posisi berikutnya ditempati relasi Padalarang–Halim yang melayani 43.750 penumpang, disusul rute Halim–Tegalluar dengan 14.721 penumpang.
KCIC menilai peningkatan jumlah pengguna Whoosh tidak terlepas dari berbagai pengembangan layanan yang terus dilakukan. Saat ini, operasional Whoosh telah ditingkatkan menjadi 62 perjalanan per hari, didukung aksesibilitas yang semakin baik serta integrasi dengan berbagai moda transportasi di sekitar stasiun.
Selain menawarkan waktu tempuh yang lebih singkat, KCIC juga terus menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Beragam kolaborasi dengan destinasi wisata, layanan transportasi lanjutan, hingga pengembangan area komersial di stasiun menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat pengalaman perjalanan masyarakat.
Dengan tren pertumbuhan penumpang yang terus meningkat, KCIC optimistis layanan Whoosh akan semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan cepat, aman, dan nyaman antara Jakarta dan Bandung.
Dikutip dari antaranews.com
