PDIP Pertanyakan Agenda Blusukan Jokowi, Minta Semua Pihak Fokus Dukung Prabowo

PDIP Pertanyakan Agenda Blusukan Jokowi, Minta Semua Pihak Fokus Dukung Prabowo

Juru Bicara PDIP, Ansy Lema, merespons rencana kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke sejumlah daerah dalam waktu dekat. Menurutnya, agenda tersebut tidak lagi menjadi hal yang relevan bagi PDIP, namun perlu mendapat perhatian dari partai-partai yang tergabung dalam koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ansy menilai penting untuk memastikan tujuan dari kegiatan tersebut, apakah benar ditujukan untuk mendukung program dan kinerja pemerintahan yang sedang berjalan atau justru berkaitan dengan kepentingan politik lainnya. Menurutnya, saat ini Prabowo merupakan pemimpin yang memegang kendali pemerintahan sehingga seluruh elemen politik perlu memberikan dukungan yang terarah dan fokus terhadap agenda pembangunan nasional.

Ia juga mengingatkan agar berbagai aktivitas politik yang dilakukan tidak mengganggu harmoni, konsolidasi internal, maupun soliditas pemerintahan. Menurut Ansy, pemerintahan Prabowo-Gibran saat ini tengah memasuki fase penting dalam pelaksanaan program kerja sehingga membutuhkan dukungan penuh dari seluruh pihak, terutama partai-partai yang berada dalam koalisi pemerintah.

Lebih lanjut, Ansy menegaskan bahwa kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah hadirnya solusi nyata terhadap persoalan ekonomi dan sosial, seperti penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta penguatan kesejahteraan rakyat. Karena itu, energi politik nasional seharusnya diarahkan untuk mendukung kerja pemerintah dalam menjawab kebutuhan tersebut.

Ia pun mengingatkan agar tidak muncul banyak agenda politik yang berjalan sendiri-sendiri di dalam koalisi pemerintahan. Menurutnya, keberhasilan pemerintahan membutuhkan satu arah kepemimpinan yang jelas dan dukungan yang solid dari seluruh partai pendukung. Dalam konteks itu, Ansy menegaskan bahwa tidak boleh ada “matahari lain” yang berpotensi mengalihkan fokus dari agenda utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dikutip dari cnnindonesia.com