Istana: Kepercayaan Investor Asing Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi Indonesia

Istana: Kepercayaan Investor Asing Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi Indonesia

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memaparkan sejumlah langkah yang ditempuh pemerintah untuk memperkuat dan mengembalikan kepercayaan publik di tengah dinamika perekonomian nasional. Menurutnya, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap upaya menciptakan iklim ekonomi yang lebih sehat, kompetitif, dan menarik bagi investor.

Salah satu langkah utama yang ditekankan pemerintah adalah percepatan deregulasi guna menyederhanakan proses perizinan dan meningkatkan kemudahan berusaha. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong investasi, memperkuat ekosistem usaha, serta menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Selain deregulasi, pemerintah juga fokus mempercepat program hilirisasi dan industrialisasi nasional. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya dalam negeri, mengurangi ketergantungan terhadap barang impor, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global. Pemerintah meyakini hilirisasi akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyebut keberhasilan penerbitan obligasi global perdana oleh PT Danantara Investment Management menjadi bukti tingginya kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia. Obligasi senilai 1,5 miliar dolar AS tersebut mencatat permintaan hingga sekitar 4,6 miliar dolar AS atau lebih dari tiga kali nilai penerbitannya.

Pemerintah menilai stabilitas ekonomi dan kepercayaan pasar menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan nasional. Karena itu, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, dan investor untuk bersama-sama menjaga optimisme serta mendukung berbagai langkah strategis yang tengah dijalankan guna memperkuat fondasi ekonomi Indonesia ke depan.

Dikutip dari antaranews.com