Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap program naturalisasi pemain yang dilakukan untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick usai bertemu Presiden Prabowo bersama pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jumat (19/6/2026). Menurutnya, Presiden berkomitmen mendukung berbagai langkah yang dapat meningkatkan prestasi sepak bola nasional, termasuk proses naturalisasi pemain yang dibutuhkan tim nasional.
Erick menjelaskan, proses naturalisasi Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery saat ini tinggal menunggu surat dari pimpinan DPR kepada pemerintah setelah memperoleh persetujuan dari Komisi X dan Komisi XIII DPR RI. Tahapan berikutnya adalah pengesahan dalam rapat paripurna DPR sebelum usulan tersebut disampaikan kepada Presiden untuk mendapatkan persetujuan akhir dan dilanjutkan dengan pengambilan sumpah sebagai warga negara Indonesia.
Ia menegaskan program naturalisasi tetap menjadi bagian dari strategi pengembangan sepak bola nasional, khususnya bagi pemain yang memiliki garis keturunan Indonesia dan berkomitmen membela Merah Putih. Namun demikian, pengembangan pemain lokal tetap menjadi prioritas melalui pembinaan usia muda dan kompetisi berjenjang di berbagai daerah.
Menurut Erick, keseimbangan antara penguatan tim nasional senior dan pembinaan pemain muda harus terus dijaga. Tim pelatih juga terus memantau perkembangan talenta-talenta lokal yang dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat Timnas Indonesia di masa depan.
Sejak program naturalisasi pemain keturunan digencarkan, Timnas Indonesia telah diperkuat sedikitnya 19 pemain naturalisasi pada era kepemimpinan Erick Thohir, dengan jumlah yang masih berpotensi bertambah seiring proses naturalisasi pemain baru yang sedang berjalan.
