Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Senin pagi, naik 25,72 poin atau 0,31% ke posisi 8.396,16. Kenaikan ini terjadi di tengah pelaku pasar yang bersikap wait and see menjelang keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada Rabu, 19 November 2025.
Selain itu, kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 juga mencatat kenaikan 2,35 poin atau 0,28% ke level 846,48. Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, secara jangka pendek IHSG berpotensi melemah menuju level 8.300-8.325, namun secara jangka menengah hingga panjang, indeks masih dalam tren bullish.
Pelaku pasar domestik juga mencermati data pertumbuhan kredit dan uang beredar (M2) periode Oktober 2025. Dari kancah internasional, fokus utama pasar tertuju pada data ekonomi AS pasca government shutdown. Kekhawatiran terkait kebijakan suku bunga The Fed turut menambah tekanan bagi bursa global, sementara bursa saham Eropa dan regional Asia mayoritas ditutup melemah.
Dengan berbagai sentimen ini, IHSG berpotensi bergerak volatil di pekan ini, namun tetap berada dalam tren positif untuk jangka menengah.
Dikutip dari antaranews.com
