Pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (18/11/2025), rupiah terhadap dolar AS kembali melemah, dibuka turun 0,13 persen atau 21 poin menjadi Rp16.757. Pelemahan ini berlanjut dari penutupan Senin lalu yang berada di Rp16.736 per dolar AS.
Menurut analis Fikri C. Permana, tekanan dolar AS masih cukup kuat di level 99,53 karena sejumlah data ekonomi penting dari AS, termasuk data perdagangan dan tenaga kerja, belum dirilis. Ketidakpastian ini menimbulkan kekhawatiran bahwa penurunan suku bunga The Fed bisa terbatas.
Di sisi domestik, pelaku pasar berharap lelang Surat Utang Negara (SUN) dan Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) mampu menahan pelemahan nilai tukar rupiah. Selain itu, hasil Rapat Dewan Gubernur BI yang akan diumumkan Rabu besok menjadi perhatian utama pasar untuk menentukan arah BI Rate bulan November.
Dengan kondisi ini, potensi rupiah melemah ke level Rp16.750 per dolar AS masih terbuka, seiring pasar global yang menunggu kepastian ekonomi AS.
Dikutip dari RRI.co.id
