Presiden Prabowo Subianto menyebut pembangunan Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memutus lingkaran kemiskinan melalui akses pendidikan yang lebih merata. Program tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.
Dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026, Prabowo mengatakan Sekolah Rakyat hadir sebagai sekolah berasrama yang dilengkapi ruang kelas, tempat tinggal, makanan bergizi, fasilitas komputer, guru, serta lingkungan belajar yang aman.
Menurut Prabowo, kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menjadi penghalang bagi anak untuk mendapatkan pendidikan dan mengembangkan potensi diri. Negara, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak Indonesia.
Saat ini, sebanyak 93 Sekolah Rakyat permanen telah dibuka, sementara 182 sekolah lainnya masih dalam tahap rintisan. Pemerintah menargetkan setiap kabupaten nantinya memiliki satu Sekolah Rakyat.
Prabowo juga mencontohkan sejumlah siswa Sekolah Rakyat yang berhasil meraih prestasi setelah mendapatkan kesempatan belajar, termasuk siswa yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses pendidikan.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat berkembang, meraih prestasi, dan memiliki peluang yang sama untuk membangun masa depan Indonesia.
