Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat normalisasi Ciliwung dengan memfokuskan pembebasan lahan di dua kelurahan, yakni Cililitan dan Pangadegan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa Kelurahan Cililitan menjadi lokasi pertama dengan 37 bidang lahan dan alokasi anggaran Rp111 miliar. Sementara itu, di Kelurahan Pangadegan terdapat 54 bidang yang membutuhkan anggaran sekitar Rp121 miliar.
Pramono memastikan bahwa proses pembebasan lahan akan terus berjalan hingga penanganan banjir di Jakarta mencapai hasil optimal. Langkah ini menjadi salah satu upaya strategis untuk memulihkan fungsi Sungai Ciliwung dan mengurangi risiko banjir tahunan. Dalam kegiatan Susur Sungai Ciliwung bersama Menteri PU Dody Hanggodo, pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan aliran sungai dan memastikan tidak ada tumpukan sampah yang menghambat arus.
Menteri PU menegaskan bahwa normalisasi sungai adalah proses berkelanjutan, bukan pekerjaan yang selesai dalam waktu singkat. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kawasan hulu agar sedimentasi tidak terus berulang. Dengan penguatan hulu dan percepatan pembebasan lahan, pemerintah berharap normalisasi Ciliwung dapat mengurangi potensi banjir secara signifikan.
Dikutip dari RRI.co.id
