Bank Indonesia (BI) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,97 miliar kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh provinsi. Wilayah tersebut meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Riau, Sumatra Selatan, dan Jambi.
Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi dampak karhutla. BI juga mengarahkan seluruh Kantor Perwakilan di wilayah terdampak untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.
Bantuan yang disalurkan mencakup dukungan sarana operasional pemadaman, perangkat medis untuk menangani gangguan pernapasan, posko layanan kesehatan gratis, serta dukungan ketahanan pangan keluarga.
Selain bantuan tersebut, BI mengerahkan 40 tenaga kesehatan pada 21-27 September 2026. Mereka memberikan layanan kesehatan gratis di 10 titik wilayah Kalimantan dan Sumatra, termasuk pemeriksaan medis, terapi inhalasi darurat, serta pemberian obat-obatan untuk gangguan pernapasan.
BI menyatakan dukungan akan terus dilakukan melalui jaringan Kantor Perwakilan di daerah dan sinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pemerintah daerah. Langkah tersebut ditujukan untuk membantu pemulihan masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah yang terdampak karhutla.
