Palangka Raya – Operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terganggu dalam beberapa hari terakhir akibat penurunan jarak pandang. Visibilitas di kawasan bandara bahkan sempat berada pada kisaran 150 hingga 300 meter.
Business Support Department Head Bandara Tjilik Riwut, Andi Wiguna, mengatakan kondisi tersebut membuat aktivitas penerbangan belum dapat berjalan secara normal. Menurutnya, jarak pandang yang aman untuk penerbangan berada pada kisaran 1.500 hingga 2.000 meter, meski keputusan keberangkatan tetap berada pada pilot dengan mempertimbangkan kondisi keselamatan.
Andi menjelaskan, terdapat penerbangan yang masih dapat dilakukan ketika jarak pandang berada di bawah 1.000 meter. Namun, keputusan tersebut bergantung pada penilaian pilot terhadap kondisi di lapangan dan aspek keselamatan penerbangan.
Meski visibilitas rendah, Bandara Tjilik Riwut tidak pernah menyatakan penutupan operasional secara resmi. Bandara tetap beroperasi, tetapi jumlah penerbangan menjadi lebih terbatas dibandingkan kondisi normal.
Kondisi tersebut turut berdampak pada penumpang. Pengelola bandara mencatat sejumlah penumpang terdampak keterlambatan dan harus menunggu selama empat hingga lima hari karena belum mendapatkan kepastian jadwal keberangkatan dari maskapai.
Andi mengatakan pengelola terus memberikan pelayanan kepada penumpang terdampak sambil menyesuaikan operasional dengan kondisi jarak pandang. Sebagian penumpang bahkan memilih tetap berada di sekitar bandara karena belum memperoleh kepastian jadwal dari perusahaan atau maskapai.
Pengelola Bandara Tjilik Riwut berharap kondisi visibilitas segera membaik sehingga jadwal penerbangan dapat kembali berjalan lebih normal dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan.
