Kementerian PU Optimalkan Normalisasi Sungai Pasca Erupsi Semeru untuk Cegah Banjir Lahar

Kementerian PU Optimalkan Normalisasi Sungai Pasca Erupsi Semeru untuk Cegah Banjir Lahar

Warga bersiap menyeberang saat alat berat bekerja menyingkirkan material vulkanik Gunung Semeru yang menimbun jembatan Sungai Regoyo sejak sehari sebelumnya di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Minggu (23/11/2025). Putusnya akses jalan, sempat membuat 137 KK terisolir. Jembatan tersebut merupakan ases satu-satunya yang menghubungkan dusun dengan daerah luar. Saat banjir lahar hujan terjadi, jembatan sering tertutup oleh material vulkanik sehingga memerlukan alat berat untuk membuka keterisoliran. Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengoptimalkan normalisasi sungai pasca erupsi Semeru sebagai langkah utama dalam mencegah banjir lahar. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa kesiapsiagaan infrastruktur menjadi prioritas, termasuk kesiapan peralatan yang bisa digerakkan kapan saja untuk membuka akses dan membantu evakuasi.

Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, sejumlah alat berat telah diturunkan ke lokasi terdampak. Empat excavator, dua wheel loader, dan satu bulldozer dikerahkan untuk memperlancar aliran sungai di hulu dan hilir. Di bagian hulu, sodetan selebar 10 meter dan tanggul setinggi 8 meter dibangun sepanjang 500 meter guna mengarahkan material vulkanik ke jalur yang lebih aman.

Sementara di hilir, Kementerian PU telah menyelesaikan penutupan alur sungai serta membangun tanggul setinggi 4 meter sepanjang 500 meter untuk melindungi permukiman warga. Peninggian tangkis, pembangunan tanggul baru, dan pembukaan alur terus dilakukan demi meminimalkan risiko banjir. Upaya ini dilakukan secara berkala dan berkelanjutan agar penanganan darurat berjalan cepat, efektif, dan adaptif.

Dikutip dari RRI.co.id