Tangerang – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan percepatan pemulihan layanan pemerintah daerah (pemda) di Sumatra pascabencana menjadi prioritas utama. Fokusnya adalah agar kantor pemerintahan berjalan normal dan aktivitas ekonomi masyarakat segera pulih.
Untuk mendukung hal ini, pemerintah menurunkan 1.138 personel Praja IPDN secara bertahap ke wilayah terdampak, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Personel ini bertugas membantu pembersihan lokasi pascabencana dan mengaktifkan kembali pemerintahan desa agar layanan publik dapat berjalan.
Mendagri mencatat dampak bencana sangat berat, dengan 22 desa hilang dan 1.580 kantor desa terdampak. Aceh menjadi wilayah terdampak paling besar, terutama di Aceh Utara dan Aceh Tamiang. Di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, sejumlah kantor desa juga mengalami kerusakan parah, sehingga layanan publik terhenti.
Program pemulihan ini ditargetkan selesai dalam satu bulan dan dianggap sebagai bagian dari kerja nyata kuliah praja IPDN, di mana mereka langsung diterjunkan untuk menghidupkan kembali Dukcapil, kantor desa, dan layanan dasar masyarakat. Langkah ini memastikan pemulihan berjalan cepat dan koordinatif, sehingga warga terdampak bisa kembali beraktivitas normal.
Dikutip dari antaranews.com
