Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat, dengan spot emas naik 0,5% ke USD 4.496,09 per ons, sementara kontrak berjangka AS untuk pengiriman Februari meningkat ke USD 4.483 per ons. Sepanjang pekan ini, emas berpeluang mencatat kenaikan mingguan sekitar 3,9%, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi USD 4.549,71 per ons pada 26 Desember 2025.
Penguatan emas dipicu data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan, di mana nonfarm payrolls Desember hanya bertambah 50.000 pekerjaan, lebih rendah dari ekspektasi 60.000, meski tingkat pengangguran turun ke 4,4%. Ketidakpastian kebijakan Federal Reserve, potensi pemangkasan suku bunga dua kali tahun ini, serta ketegangan geopolitik global—mulai dari konflik Rusia-Ukraina hingga gejolak di Iran—menjadi katalis positif bagi harga logam mulia.
Analis menilai, kombinasi faktor ekonomi dan geopolitik ini mendorong prospek emas bullish, dengan beberapa proyeksi menempatkan harga emas berpeluang menembus USD 5.000 per ons pada 2026, seiring tren de-dolarisasi dan risiko pasar global yang terus meningkat.
Dikutip dari liputan6.com
