Harga minyak dunia menunjukkan pergerakan stabil dengan kecenderungan menguat pada perdagangan terbaru, seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi penyelesaian konflik di Timur Tengah melalui jalur diplomasi.
Harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Juni tercatat naik tipis 14 sen menjadi USD94,93 per barel. Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD91,29 per barel.
Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya harga minyak sempat mengalami penurunan tajam, dipicu harapan bahwa negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran dapat menghasilkan kesepakatan damai dalam waktu dekat.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut konflik “hampir berakhir” turut mendorong sentimen positif di pasar energi global. Selain itu, rencana kelanjutan pembicaraan antara kedua negara dalam waktu dekat semakin memperkuat optimisme investor.
Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati kondisi pasokan global, terutama terkait aliran minyak melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia. Laporan menyebutkan arus minyak di kawasan tersebut masih terbatas akibat blokade dan ketegangan geopolitik.
Di sisi lain, gangguan produksi minyak di kawasan Teluk Persia dinilai tidak separah perkiraan awal, sehingga membantu menahan lonjakan harga yang lebih tinggi.
Dengan berbagai sentimen tersebut, pergerakan harga minyak ke depan diperkirakan masih akan sangat bergantung pada perkembangan negosiasi geopolitik serta stabilitas pasokan energi global.
Dikutip dari liputan6.com
