PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) berhasil membukukan laba bersih Rp1,54 triliun sepanjang 2025, meningkat 20,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit, penghimpunan dana, dan ekspansi digital yang efektif.
Penyaluran kredit Bank Jatim tercatat Rp67,24 triliun, naik 4,98% yoy, terdiri dari kredit konsumer Rp36,54 triliun (+6,20%) dan kredit produktif Rp30,7 triliun (+3,55%). Dana pihak ketiga, termasuk giro, tumbuh 12,5 persen menjadi Rp21,4 triliun, sementara total nasabah DPK meningkat 5,64% menjadi 10,915 juta.
Strategi digital Bank Jatim menunjukkan hasil positif. Pengguna JConnect IB Corporate meningkat 14,79% menjadi 11.199 user dengan transaksi Rp23,36 triliun, dan pengguna QRIS tumbuh 47,25% menjadi 203.725 user dengan nilai transaksi Rp3,94 triliun.
Perseroan juga memaksimalkan layanan melalui AGEN JATIM, yang berperan dalam pertumbuhan kredit berbasis referral dengan total 14.842 agen. Di sisi aset, Bank Jatim mencatat pertumbuhan signifikan 42,93% yoy menjadi Rp168,85 triliun, dengan penyaluran pinjaman naik 46,65% menjadi Rp110,50 triliun.
Direktur Utama Winardi Legowo menyatakan, pertumbuhan ini sejalan dengan transformasi berbasis lima pilar utama, termasuk tata kelola, optimalisasi ekosistem bisnis, pengembangan kompetensi SDM, digitalisasi proses, dan sinergi bisnis untuk mendukung visi Bank Jatim menjadi BPD nomor satu di Indonesia.
Dikutip dari antaranews.com
