Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah menuntaskan perbaikan tujuh ruas jalan nasional di Kabupaten Aceh Tamiang pascabanjir, tanah longsor, dan penumpukan sedimen, dengan total panjang mencapai 35,96 kilometer. Perbaikan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjaga konektivitas dan mendukung pemulihan ekonomi daerah.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan pemulihan fungsi jalan nasional menjadi prioritas utama agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap lancar. Tujuh ruas yang ditangani meliputi Jalan Batas Kota Langsa – Kuala Simpang, Jalan Ir. Juanda, Jalan Cut Nyak Dien, Jalan Iskandar Muda, Jalan Mayjen Sutoyo, Jalan Ade Irma Suryani, serta Jalan Kuala Simpang – Batas Provinsi Sumatra Utara.
Pekerjaan dilakukan bersama BUMN Karya dengan pengerahan alat berat, puluhan personel lapangan, dan 24 pekerja harian padat karya. Fokus utama juga diarahkan pada akses jalan menuju fasilitas publik, seperti pasar, sekolah, puskesmas, dan rumah sakit, agar aktivitas ekonomi dan layanan masyarakat segera pulih.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN Aceh, Ardian, menegaskan langkah ini memastikan konektivitas jalan nasional tetap terjaga, sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi di Aceh Tamiang pascabencana.
Dikutip dari RRI.co.id
