Harga minyak dunia tenggelam lebih dari 4% pada perdagangan terbaru setelah komentar Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang meredakan kekhawatiran pasar tentang kemungkinan serangan militer AS terhadap Iran, sehingga menekan risiko geopolitik yang sempat mengangkat harga beberapa sesi sebelumnya.
Berdasarkan data pasar, minyak mentah Brent turun sekitar 4,15% ke USD 63,76 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 4,56% menjadi USD 59,19 per barel, mengakhiri tren kenaikan harga yang berlangsung beberapa hari akibat kekhawatiran konflik di Timur Tengah.
Pelemahan ini terjadi setelah Trump mengatakan bahwa dia telah menerima informasi bahwa kekerasan terhadap demonstran di Iran mulai mereda dan tidak ada rencana serangan besar saat ini, sebuah sinyal de‑eskalasi yang mengurangi persepsi risiko gangguan pasokan minyak global.
Sentimen pasar sebelumnya sempat terpicu naik karena laporan media tentang potensi penguatan pasukan di wilayah Teluk Persia dan imbauan kepada warga AS untuk meninggalkan Iran, yang memicu kekhawatiran akan konflik yang bisa mengganggu produksi dari salah satu produsen utama minyak dunia.
Namun tanggapan Trump kini membuat sentimen risiko mereda, meskipun analis masih mencatat ketidakpastian tetap tinggi di tengah kondisi politik Iran dan potensi dampaknya terhadap pasar energi global.
Dikutip dari liputan6.com
