Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan bahwa Indonesia saat ini telah memasuki tahap krisis iklim, satu tingkat di atas perubahan iklim dan satu tingkat di bawah bencana ekologis. Ia menyebut dampak nyata krisis iklim sudah dirasakan masyarakat, termasuk cuaca ekstrem, curah hujan tidak menentu, banjir, dan panas ekstrem yang mengganggu kehidupan, infrastruktur, dan perekonomian.
Eddy menyoroti paradoks energi di Indonesia, di mana negara memiliki cadangan batu bara dan gas yang melimpah serta potensi energi terbarukan seperti tenaga surya, panas bumi, air, angin, dan arus laut, namun masih bergantung pada impor BBM, LPG, dan diesel.
Untuk itu, ia mendorong percepatan transisi energi menuju sumber energi terbarukan, yang tidak hanya mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga menghadirkan energi bersih, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Langkah ini sejalan dengan tren ekonomi global berkelanjutan dan menjadi jawaban strategis menghadapi tantangan krisis iklim yang terus meningkat di Indonesia.
Dikutip dari antaranews.com
