Tren kesehatan “fibermaxxing” viral di media sosial, mendorong masyarakat meningkatkan asupan serat harian untuk menjaga pencernaan, menurunkan berat badan, dan meningkatkan kesehatan secara menyeluruh.
Dewi, mahasiswa Gizi di Universitas Diponegoro (UNDIP), menjelaskan melalui siaran Sore Ceria PRO 2 Semarang bahwa fibermaxxing melibatkan konsumsi buah, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan secara maksimal, atau penggunaan suplemen serat untuk mencapai target harian.
Keunggulan tren ini antara lain:
- Mengurangi risiko penyakit seperti diabetes melitus dengan menstabilkan gula darah.
- Membantu diet karena mengurangi konsumsi cemilan tidak sehat.
Namun, Dewi menekankan konsumsi serat berlebihan tanpa cukup air dapat menyebabkan limbah tubuh kering, memicu kembung, atau sembelit. “Start slow, drink more water, dan biarkan tubuh beradaptasi,” ujarnya.
Beberapa pilihan aman untuk pemula fibermaxxing antara lain pepaya, chiaseeds, ubi, dan labu. Dengan pendekatan yang tepat, tren ini bisa memberi manfaat kesehatan maksimal tanpa efek samping negatif.
Dikutip dari RRI.co.id
