Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, masih menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Sepanjang Minggu, aktivitas gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut didominasi oleh gempa letusan.
Dalam laporan resmi Pos Pengamatan Gunung Semeru, tercatat sebanyak 40 kali gempa letusan dalam periode enam jam, yakni pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Gempa memiliki amplitudo 10–22 mm dengan durasi mencapai 173 detik. Selain itu, terdeteksi pula gempa embusan dan gempa tektonik jauh.
Kondisi visual Gunung Semeru tidak teramati secara jelas akibat kabut yang menutupi puncak. Namun, cuaca di sekitar kawasan gunung dilaporkan relatif cerah hingga mendung dengan hembusan angin lemah.
Pada periode sebelumnya, aktivitas Gunung Semeru juga terbilang tinggi dengan 43 gempa letusan, gempa guguran, serta gempa embusan. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas erupsi masih berlangsung secara intens.
Saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan, di antaranya larangan beraktivitas di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak serta radius 5 kilometer dari kawah. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar terutama di wilayah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Dikutip dari antaranews.com
