Harga minyak dunia tetap tinggi meski mengalami penurunan tipis pada perdagangan Jumat, 31 Januari 2026, karena pasar masih memantau ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Detail Harga:
- Minyak Brent: USD 70,69 per barel (turun 0,03% atau 2 sen)
- Minyak WTI AS: USD 65,21 per barel (turun 0,32% atau 21 sen)
Faktor Penggerak Pasar
- Geopolitik Timur Tengah
- Kekhawatiran pasar terhadap potensi tindakan AS terhadap Iran mendorong harga.
- Namun, sinyal dialog antara AS dan Iran menahan lonjakan lebih tinggi.
- Konflik Rusia–Ukraina
- Prospek gencatan senjata yang dingin turut menahan kenaikan harga.
- Pasokan Minyak Global
- Produksi minyak AS meningkat setelah sebelumnya dihentikan.
- Ladang minyak Tengiz di Kazakhstan hampir pulih.
- Perawatan kilang utama Rusia diperkirakan puncak bulan ini dan September.
- Penguatan Dolar AS
- Dolar menguat setelah pengumuman Presiden Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai Ketua bank sentral AS berikutnya.
- Dolar yang lebih kuat membuat minyak lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain, menekan permintaan.
Prospek Harga
- Survei terhadap 32 analis memperkirakan harga minyak dunia akan bertahan di kisaran USD 60 per barel sepanjang 2026.
- Keseimbangan antara risiko geopolitik dan potensi kelebihan pasokan diperkirakan menjaga harga tidak melonjak drastis.
Dikutip dari liputan6.com
