Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Senin seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang penurunan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) dan perkembangan positif dalam negosiasi damai Ukraina. Brent tercatat naik 1,29% menjadi USD 63,37 per barel, sementara WTI menguat 1,34% ke USD 58,84 per barel. Pergerakan ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar energi terhadap dinamika geopolitik dan arah kebijakan moneter AS.
Investor saat ini menantikan finalisasi proposal perdamaian Ukraina yang direvisi sesuai tenggat yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump. Jika kesepakatan damai tercapai, pasar memperkirakan potensi pencabutan sebagian sanksi terhadap Rusia, negara produsen minyak terbesar kedua di dunia. Hal ini dapat meningkatkan suplai minyak global dan memengaruhi pergerakan harga dalam beberapa pekan ke depan.
Selain isu geopolitik, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed juga semakin menguat setelah Presiden The Fed New York John Williams memberikan sinyal bahwa penyesuaian dapat dilakukan dalam waktu dekat. Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat prospek harga minyak dunia berpotensi bergerak lebih stabil, meski volatilitas jangka pendek tetap harus diwaspadai.
Dikutip dari liputan6.com
