Harga minyak dunia merosot pada Rabu, 1 April 2026, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal untuk mengakhiri operasi militer AS di Iran dalam beberapa minggu mendatang. Investor menanggapi potensi meredanya konflik di Timur Tengah, meski Selat Hormuz sebagian besar masih tertutup.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun 1,24% menjadi USD 100,12 per barel, sementara Brent Juni 2026 merosot 2,82% ke USD 101,04 per barel. Penurunan ini mengikuti lonjakan harga minyak lebih dari 60% bulan sebelumnya akibat gangguan pasokan dari konflik.
Pasar global tetap waspada karena ketegangan militer berlanjut; Garda Revolusi Iran mengancam serangan terhadap perusahaan-perusahaan AS di kawasan, termasuk Google, Microsoft, Apple, Intel, IBM, Tesla, dan Boeing. Para analis menilai bahwa potensi pengakhiran konflik dapat menurunkan harga minyak, namun situasi geopolitik masih menjadi faktor penentu volatilitas energi global.
Dikutip dari liputan6.com
