Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) optimistis ekspor furnitur nasional bisa mencapai 6 miliar dolar AS per tahun dalam lima tahun ke depan. Optimisme ini didorong besarnya potensi pasar global dan dukungan pameran internasional, seperti Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, 5-8 Maret.
Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menyebut ekspor furnitur masih menjadi penopang utama subsektor kerajinan, dengan kontribusi 12,2 persen dari total ekspor kerajinan. Selain pasar utama di Amerika Serikat dan Eropa, HIMKI mendorong anggotanya menembus pasar baru di Timur Tengah dan Afrika.
Pameran IFEX menjadi sarana business-to-business (B2B) global yang mempertemukan produsen dengan pembeli internasional, sekaligus memfasilitasi business matching untuk memperluas jaringan ekspor. Dalam konteks geopolitik global, keamanan dan stabilitas Indonesia dipastikan mendukung kelancaran pameran.
Kemenperin mencatat capaian Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia mencapai 265,07 miliar dolar AS, tertinggi di ASEAN, dan menyediakan berbagai fasilitas pendukung industri furnitur, mulai dari penyediaan bahan baku, peningkatan kualitas SDM, produktivitas, hingga penguatan akses pasar.
Data Kemendag menunjukkan nilai ekspor furnitur dan kerajinan Indonesia mencapai 2,22 miliar dolar AS atau Rp36,07 triliun pada Januari–November 2024, menandakan peluang pertumbuhan yang besar ke depan.
Dikutip dari antaranews.com
