Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengeluhkan kondisi shuttlecock yang terasa lebih berat saat tampil di All England Open 2026. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi permainan dalam pertandingan yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Inggris.
Jonatan harus mengakhiri langkahnya di babak 32 besar setelah kalah dari wakil Singapura Jason Teh melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-11, 10-21, 21-15.
Menurut Jojo, laju shuttlecock terasa lebih lambat dibandingkan biasanya sehingga pemain harus mengeluarkan tenaga lebih besar untuk menghasilkan pukulan yang maksimal.
Ia menyebut kondisi tersebut mirip dengan situasi saat All England 2024, namun dengan kecepatan bola yang lebih lambat. Akibatnya, beberapa pukulan seperti smash tidak berjalan optimal karena arah dan kecepatan bola kurang sesuai.
Meski demikian, Jojo mengakui tetap harus lebih sabar dan tenang dalam menghadapi situasi tersebut. Ia juga mengungkapkan rasa kecewa atas hasil yang diraih karena telah melakukan persiapan matang menjelang turnamen bergengsi level BWF Super 1000 tersebut.
Juara All England Open 2024 itu menambahkan bahwa persaingan di sektor tunggal putra semakin ketat dengan munculnya banyak pemain kuat, termasuk dari kalangan pemain muda.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat setiap pertandingan di turnamen besar seperti All England harus dijalani dengan fokus maksimal seolah menghadapi partai final.
Dikutip dari RRI.co.id
