Kemenkomdigi Tekankan Etika Jurnalisme di Era AI untuk Media Massa

Kemenkomdigi Tekankan Etika Jurnalisme di Era AI untuk Media Massa

Kemenkomdigi menyoroti perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia media massa, menekankan bahwa media harus beradaptasi tanpa mengabaikan etika dan integritas jurnalistik. Plt Direktur Ekosistem Media Kemenkomdigi, Farida Dewi Maharani, menyatakan bahwa jurnalis harus menjunjung tinggi kode etik dan independensi, agar informasi yang disebarkan tetap kredibel.

AI kini membantu proses jurnalistik, mulai dari penyusunan konsep berita hingga percepatan produksi konten. Namun, Dewi menekankan ancaman serius berupa banjir informasi dan penyebaran hoaks, termasuk video rekayasa AI yang beredar luas di masyarakat. Oleh karena itu, kemampuan membedakan konten asli dan konten hasil AI menjadi sangat penting bagi jurnalis.

Media harus tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai penyampai informasi kredibel, edukatif, dan sebagai kontrol sosial. Pemanfaatan AI perlu diimbangi dengan pemahaman etika agar integritas jurnalistik tidak terganggu.

Kemenkomdigi sebelumnya menggelar Workshop Pemanfaatan AI untuk Jurnalisme edisi Sekolah Rakyat (SR) di Yogyakarta, menghadirkan Kepala Dinas Sosial D.I.Y, Endang Patmintarsih. Workshop ini menekankan literasi digital, edukasi AI bagi siswa, dan pendekatan pendampingan sosial agar teknologi dimanfaatkan secara aman dan bertanggung jawab.

Dikutip dari RRI.co.id