Luka Diabetes Sulit Sembuh, Ini Penyebab dan Prinsip Pengobatan yang Tepat

Luka Diabetes Sulit Sembuh, Ini Penyebab dan Prinsip Pengobatan yang Tepat

Luka diabetes atau diabetic foot ulcer merupakan salah satu komplikasi serius dari diabetes melitus yang kerap sulit sembuh. Dokter spesialis bedah vaskular Eka Hospital Depok, Tom Christy Adriani, menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi akibat kombinasi kadar gula darah yang tidak terkontrol, kerusakan saraf (neuropati), serta gangguan aliran darah ke kaki.

Menurut Tom, setidaknya ada empat faktor utama yang menghambat penyembuhan luka diabetes, yaitu kadar gula darah tinggi, neuropati diabetik yang menurunkan sensitivitas nyeri, gangguan sirkulasi darah, serta infeksi. Luka kecil yang tidak disadari dapat berkembang menjadi infeksi berat dan meningkatkan risiko amputasi jika tidak ditangani dengan tepat.

Pengobatan luka diabetes harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada luka. Langkah paling mendasar adalah mengontrol kadar gula darah melalui pengobatan yang teratur, pola makan sehat, dan aktivitas fisik. Selain itu, luka perlu dibersihkan secara rutin dengan cairan steril untuk mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan.

Tindakan medis seperti pembersihan jaringan mati (debridement) juga penting agar jaringan sehat dapat tumbuh optimal. Perawatan luka modern, termasuk penggunaan balutan khusus, terapi tekanan negatif, hingga terapi oksigen hiperbarik pada kondisi tertentu, dinilai lebih efektif dibanding metode konvensional jika dilakukan sesuai indikasi medis.

Pengurangan tekanan pada area luka, terutama di telapak kaki, turut berperan besar dalam mempercepat penyembuhan. Penggunaan alas kaki khusus dan pemeriksaan kaki secara rutin menjadi bagian penting dari pencegahan. Dengan penanganan yang cepat, tepat, dan didukung tim medis profesional, risiko komplikasi serius akibat luka diabetes dapat diminimalkan.

Sumber liputan6.com