Minyak Mentah Naik Tajam, Ketegangan AS-Iran Picu Lonjakan Harga

Minyak Mentah Naik Tajam, Ketegangan AS-Iran Picu Lonjakan Harga

Jakarta – Harga minyak dunia melonjak setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan akan memutuskan kemungkinan serangan militer ke Iran dalam 10 hari ke depan. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian, sekaligus mengisyaratkan peluang tercapainya kesepakatan nuklir dengan Iran meski opsi militer tetap dipertimbangkan.

Pasar energi merespons dengan cepat. Harga minyak mentah AS (WTI) naik USD 1,24 atau 1,9 persen ke USD 66,43 per barel, sedangkan Brent meningkat USD 1,31 atau 1,86 persen ke USD 71,66 per barel. Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran gangguan pasokan energi global akibat potensi konflik di Timur Tengah.

Ketegangan meningkat seiring penguatan kehadiran militer AS di kawasan. Kapal induk USS Abraham Lincoln sudah berada di Timur Tengah, sementara USS Gerald Ford dalam perjalanan. Garda Revolusi Iran merespons dengan latihan militer di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Sejak awal tahun, minyak mentah WTI telah naik hampir 16 persen, sebagian besar karena kekhawatiran konflik AS-Iran. Negosiasi nuklir di Jenewa antara utusan AS dan Iran masih menunjukkan perbedaan signifikan, sehingga risiko gangguan pasokan minyak tetap tinggi. Pelaku pasar kini menantikan langkah konkret Trump dalam 10 hari ke depan, yang bisa menentukan arah harga energi global selanjutnya.

Dikutip dari liputan6.com