Operasi Zebra 2025: Korlantas Polri Fokus Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas

Operasi Zebra 2025: Korlantas Polri Fokus Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas

Penegakan lalu lintas Operasi Zebra 2025 kembali digelar oleh Korlantas Polri mulai 17 hingga 30 November. Operasi ini bertujuan mengurangi pelanggaran serta kecelakaan menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Tahun ini, Korlantas memberikan perhatian khusus pada balap liar, pelanggaran helm, dan penggunaan ponsel saat berkendara yang masih marak ditemukan di jalan raya.

Menurut data resmi Korlantas, dalam tiga bulan terakhir tercatat 639.739 pelanggaran lalu lintas di seluruh Indonesia, dengan mayoritas pelanggar berasal dari kelompok pengendara motor berusia 26–45 tahun. Kondisi ini menunjukkan pentingnya Operasi Zebra 2025 dalam meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara.

Pengamat Kebijakan Publik, Nasky Putra Tandjung, menegaskan bahwa Operasi Zebra juga harus mengedepankan pendekatan humanis. Menurutnya, operasi bukan sekadar menegakkan hukum, tetapi juga simbol keselamatan dan keadilan bagi semua pengguna jalan.

Penindakan tahun ini didominasi ETLE dengan kontribusi 95 persen, sementara penilangan manual hanya 5 persen di wilayah tanpa ETLE statis. Semua data pelanggaran akan direkam melalui SISLAOPS dan dapat terintegrasi dengan Samsat untuk memperkuat basis data nasional kendaraan bermotor.

Selain fokus pada kendaraan bermotor, Operasi Zebra 2025 juga mengutamakan keselamatan pejalan kaki dengan menerapkan prinsip Vision Zero. Dengan strategi ini, Korlantas berharap tercipta budaya berkendara yang aman, tertib, dan berkelanjutan di Indonesia.

Dikutip dari RRI.co.id