Pemerintah memastikan kondisi ekonomi Indonesia tetap stabil dan tangguh di tengah ketidakpastian global yang dipicu dinamika geopolitik serta volatilitas pasar keuangan. Hal ini didukung oleh fundamental ekonomi yang dinilai kuat di berbagai sektor.
Stabilitas makroekonomi terjaga dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5,11 persen (yoy), sementara inflasi tetap terkendali dalam kisaran target. Pemerintah terus menjaga kondisi ini melalui pengendalian harga dan kebijakan stabilisasi.
Dari sisi domestik, konsumsi masyarakat masih menjadi motor utama pertumbuhan, diperkuat oleh stimulus fiskal dan program bantuan sosial. Sektor manufaktur juga menunjukkan kinerja positif dengan indeks PMI berada di level ekspansi tertinggi dalam dua tahun terakhir.
Ketahanan fiskal turut menjadi penopang, tercermin dari peningkatan penerimaan pajak yang tumbuh signifikan berkat reformasi perpajakan dan digitalisasi sistem Coretax. Selain itu, ketahanan pangan dan energi nasional semakin kuat melalui capaian swasembada dan program biodiesel.
Pemerintah juga terus mendorong transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri, peningkatan investasi, serta percepatan digitalisasi. Pengembangan kendaraan listrik dan energi terbarukan menjadi strategi jangka panjang untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru.
Ke depan, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia dapat tumbuh sekitar 5,4 persen pada 2026 dengan tetap menjaga stabilitas dan menerapkan kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan global.
Dikutip dari antaranews.com
