Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, harga beras di Indonesia menunjukkan tren stabil. Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan kestabilan ini didorong oleh penguatan pasokan, pengawasan distribusi, serta langkah pengendalian harga yang dilakukan pemerintah.
Hingga awal November 2025, sebanyak 214 kabupaten/kota telah mengalami penurunan harga beras dibandingkan bulan Oktober, yang mencatat 179 daerah. Sementara kabupaten/kota dengan kenaikan harga beras menurun dari 61 menjadi 50 daerah, menandakan pasar beras semakin terkendali.
Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual sekitar Rp12.000 per kilogram, sedangkan beras medium tersedia di kisaran Rp13.000 per kilogram, berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu Rp14.900/kg untuk premium dan Rp13.500/kg untuk medium.
Pemerintah melalui Satgas Pengendalian Harga Beras, yang melibatkan Polri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Bapanas, Bulog, dan pemerintah daerah, terus melakukan pengawasan di lapangan. Selain itu, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) diperkuat untuk menghadapi lonjakan kebutuhan konsumsi pada periode libur akhir tahun.
Langkah-langkah ini memastikan stabilitas harga beras tetap terjaga, memberikan kepastian bagi konsumen dan petani, serta meminimalkan potensi gejolak harga menjelang Natal dan Tahun Baru.
Dikutip dari antaranews.com
