Jakarta – Bank Indonesia (BI) menargetkan transaksi menggunakan QR Indonesia Standard (QRIS) dapat mencapai 150 miliar transaksi per hari pada 2030, naik signifikan dari 47 miliar transaksi saat ini. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan target ini dalam rangka memperkuat digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia.
Sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2019, QRIS telah menjadi standar pembayaran digital nasional, mengintegrasikan berbagai platform QR dan mempermudah transaksi non-tunai. Saat ini, 60 juta orang telah menggunakan QRIS, dengan DKI Jakarta menjadi pusat transaksi, menyumbang lebih dari 36 persen volume nasional. Mayoritas transaksi QRIS terjadi pada segmen UMKM, yang menunjukkan peran signifikan sistem pembayaran digital dalam mendukung ekonomi lokal.
BI juga memperluas penggunaan QRIS ke luar negeri melalui QRIS cross-border, termasuk negara seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, dan akan segera hadir di Cina, Korea Selatan, Arab Saudi, dan India. Langkah ini diharapkan mempermudah pembayaran lintas batas serta mendorong inklusi keuangan digital global.
Deputi Gubernur BI, Doni Primanto Joewono, menekankan bahwa digitalisasi pembayaran menjadi “game changer” ekonomi Indonesia, terutama bagi UMKM yang kini semakin mudah mengakses sistem pembayaran modern. Dengan target 2030, BI berharap QRIS tidak hanya mempercepat transaksi domestik, tetapi juga meningkatkan daya saing ekonomi digital Indonesia secara keseluruhan.
Dikutip dari liputan6.com
