Said Abdullah: Defisit APBN di Atas 3 Persen Belum Dibahas Pemerintah

Said Abdullah: Defisit APBN di Atas 3 Persen Belum Dibahas Pemerintah

Jakarta – Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah, menanggapi wacana pelebaran defisit APBN di atas 3 persen akibat lonjakan harga minyak dunia. Ia menegaskan belum ada pembahasan resmi dari pemerintah terkait hal ini.

Said menilai pemerintah masih bisa menjaga defisit di bawah 3 persen PDB dengan beberapa langkah, antara lain meningkatkan penerimaan negara melalui perbaikan sistem perpajakan dan kenaikan harga komoditas ekspor, melakukan efisiensi belanja pada program tidak prioritas, serta mengelola pembiayaan SBN secara hati-hati.

Ia juga mengingatkan bahwa pelebaran defisit di atas 3 persen bisa memberi fleksibilitas fiskal jangka pendek, namun menimbulkan risiko jangka menengah karena pembiayaan utang dan potensi inflasi atau stagflasi jika dilakukan Quantitative Easing atau cetak uang sembarangan. Said menekankan perlunya kajian ekonom dan teknokrasi untuk mitigasi risiko.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan tiga skenario defisit APBN jika harga minyak naik. Defisit diperkirakan mencapai 3,18 persen, 3,53 persen, atau 4,06 persen dari PDB tergantung skenario. Pemerintah menegaskan batas defisit 3 persen sulit dipertahankan tanpa penyesuaian belanja atau pertumbuhan ekonomi.

Dikutip dari liputan6.com