Jakarta – PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) menutup tahun 2025 dengan kinerja keuangan yang solid, mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp143,3 miliar. Bank digital ini menunjukkan pertumbuhan kredit 50% YoY menjadi Rp9,6 triliun, terutama pada segmen ritel dan UMKM.
Pendapatan bunga bersih meningkat 160% YoY menjadi Rp1,6 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 139% YoY menjadi Rp11,8 triliun. Total aset Superbank naik 87% YoY menjadi Rp21,3 triliun, dengan Cost to Income Ratio membaik menjadi 70,52%.
Kualitas aset tetap terjaga, dengan NPL Gross 2,60% dan NPL Net 0,68%, didukung Loan to Deposit Ratio 81,32% dan Net Interest Margin 10,64%.
Superbank juga memperkuat ekosistem digital melalui kolaborasi dengan Grab, OVO, KakaoBank, dan Emtek, melayani lebih dari 6 juta nasabah sejak peluncuran aplikasi digital pada Juni 2024. Inovasi ini mencerminkan adopsi tinggi layanan digital dan engagement nasabah yang kuat.
Memasuki 2026 sebagai bank KBMI 2, Superbank optimistis melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan melalui inovasi teknologi, sinergi ekosistem, dan manajemen risiko yang prudent.
Dikutip dari liputan6.com
