Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah memperbaiki tata kelola keuangan untuk mengejar target realisasi APBD 2025 menjelang akhir tahun. Per 30 November 2025, total pendapatan daerah mencapai Rp1.200 triliun (88,35%), sedangkan belanja mencapai Rp1.082 triliun (75,43%). Tito berharap angka ini meningkat hingga akhir tahun, mengingat capaian Desember 2024 mencapai 97,29% untuk pendapatan dan 91,72% untuk belanja.
Tito menekankan pentingnya belanja pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan daya beli rumah tangga dan stimulasi sektor swasta. Ia juga memaparkan daftar provinsi, kabupaten, dan kota dengan realisasi APBD tertinggi dan terendah, sekaligus memberikan apresiasi dan mengingatkan daerah dengan realisasi rendah untuk segera memperbaiki kinerjanya.
Peneliti dan pengamat menyatakan langkah Mendagri ini strategis untuk meningkatkan akuntabilitas fiskal daerah dan memastikan anggaran digunakan efektif. Evaluasi rutin bulanan dianggap penting untuk memantau penggunaan anggaran, namun sebaiknya dilakukan setiap tiga bulan agar kualitas penyerapan anggaran lebih akurat. Jika tata kelola keuangan daerah berjalan optimal, dampaknya akan langsung terasa pada kualitas pembangunan dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Dikutip dari antaranews.com
