Bau apek dan jamur pada pakaian masih menjadi keluhan masyarakat, terutama saat musim hujan dengan tingkat kelembapan tinggi. Lemari yang minim sirkulasi udara dapat memperparah kondisi hingga merusak serat kain secara permanen.
Langkah utama yang perlu diperhatikan adalah memastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan. Pakaian yang masih lembap menjadi pemicu utama munculnya bau tidak sedap dan jamur. Menyetrika sebelum menyimpan dapat membantu menghilangkan sisa kelembapan, sementara pakaian yang baru dipakai sebaiknya diangin-anginkan terlebih dahulu.
Kebersihan dan sirkulasi udara di dalam lemari juga penting. Lemari yang terlalu penuh membuat udara sulit bergerak sehingga menciptakan lingkungan lembap. Beri jarak antar gantungan atau lipatan pakaian, serta biasakan membuka pintu lemari selama 15 hingga 30 menit setiap pagi untuk mengurangi kadar lembap.
Penggunaan penyerap kelembapan seperti silica gel atau produk serap air dapat membantu menjaga kondisi tetap kering. Alternatif alami seperti arang aktif, bubuk kopi, maupun kamper antijamur juga bisa dimanfaatkan untuk menyerap bau.
Selain itu, posisi lemari sebaiknya tidak menempel langsung ke dinding, terutama dinding yang rawan lembap saat hujan. Beri jarak sekitar lima hingga sepuluh sentimeter agar sirkulasi udara tetap terjaga.
Pakaian yang jarang digunakan, seperti jas atau kebaya, juga perlu dijemur atau diangin-anginkan setiap dua hingga tiga bulan. Jika pakaian sudah terlanjur berbau apek, menambahkan cuka putih atau baking soda saat mencuci dapat membantu mengurangi bau.
Dengan perawatan rutin dan langkah pencegahan yang konsisten, pakaian dapat tetap bersih, segar, dan tahan lama meski disimpan dalam waktu lama.
