Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah prioritas. Hingga saat ini, sejumlah titik api dan kepulan asap masih ditemukan di OKI, sementara pemantauan juga dilakukan di Muara Enim dan Banyuasin.
BNPB mencatat terdapat 21 titik api dengan total luas lahan terbakar sekitar 92,5 hektare di sejumlah wilayah Sumsel. Dari area tersebut, sekitar 24 hektare telah berhasil dipadamkan melalui operasi terpadu yang melibatkan lebih dari 11 ribu personel gabungan.
Penanganan dilakukan melalui operasi darat dan udara. Sebanyak empat helikopter water bombing dikerahkan untuk menjatuhkan sekitar 704 ribu liter air ke lokasi kebakaran. BNPB juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyebarkan 1.000 kilogram garam ke atmosfer untuk membantu memicu hujan.
Namun, proses pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala, terutama kabut asap tebal yang menurunkan jarak pandang. Kondisi tersebut membatasi waktu operasi water bombing karena memengaruhi visibilitas pilot. Medan yang sulit dijangkau juga menjadi tantangan bagi tim pemadam di darat.
BNPB memastikan penanganan dan pemantauan karhutla terus dilakukan hingga titik api di wilayah Sumatera Selatan dapat dikendalikan.
Dikutip dari kompas.tv
