BPBD: Kebakaran Lahan di Nagan Raya Masih Sulit Dipadamkan

BPBD: Kebakaran Lahan di Nagan Raya Masih Sulit Dipadamkan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya bersama tim gabungan terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kecamatan Darul Makmur dan Kecamatan Tripa Makmur. Hingga Senin (1/6), luas lahan gambut yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 17 hektare dan masih berpotensi meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nagan Raya, Irfanda Rinaldi, mengatakan titik kebakaran berada di Desa Kaye Unoe, Kecamatan Darul Makmur, serta Desa Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur. Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama cuaca panas ekstrem dan keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kejadian.

Menurut BPBD, laporan kebakaran pertama diterima pada Sabtu (30/5) pagi. Namun, api diduga sudah mulai muncul dan menjalar sejak sehari sebelumnya. Sejak menerima laporan, petugas gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke area lainnya.

Kondisi lapangan yang cukup berat membuat proses penanganan berlangsung menantang. Suhu udara yang mencapai sekitar 32 derajat Celsius serta hembusan angin dengan kecepatan sekitar 15 kilometer per jam menyebabkan api cepat menyebar di kawasan lahan gambut yang kering. Selain itu, minimnya sumber air di sekitar lokasi turut memperlambat upaya pemadaman.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD Nagan Raya telah mengerahkan dua mesin pompa air portabel ke lokasi kebakaran. Operasi pemadaman dilakukan secara terpadu oleh personel BPBD, Polres Nagan Raya, dan Kodim Nagan Raya yang terus berupaya menyekat area terdampak agar kobaran api tidak semakin meluas.

BPBD memastikan pemantauan dan penanganan di lapangan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar terkendali. Masyarakat di sekitar lokasi juga diimbau meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api baru guna mencegah meluasnya kebakaran.

Dikutip dari antaranews.com