PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp503 miliar, atau tumbuh 49,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp336 miliar. Capaian ini menunjukkan penguatan kinerja perseroan di tengah tantangan ekonomi global.
Direktur Utama dan CEO BNBR, Anindya Bakrie, mengatakan hasil tersebut diraih di tengah kondisi ekonomi dunia yang penuh ketidakpastian, mulai dari ketegangan geopolitik hingga perlambatan pertumbuhan global. Menurutnya, kemampuan adaptasi menjadi kunci utama keberlanjutan bisnis perusahaan.
Meski pendapatan bersih BNBR tercatat sedikit turun menjadi Rp3,74 triliun, sejumlah lini usaha tetap menunjukkan kontribusi signifikan, terutama dari sektor infrastruktur, manufaktur, dan teknologi. Pertumbuhan juga didukung oleh pengembangan bisnis kendaraan listrik serta energi baru terbarukan.
Di sektor infrastruktur, melalui PT Cimanggis Cibitung Tollways, BNBR mencatat pendapatan stabil dari pengelolaan ruas tol dengan tren lalu lintas yang terus meningkat. Sementara di sektor digital, perusahaan melalui PT Multi Kontrol Nusantara membukukan pertumbuhan pendapatan dari ekspansi jaringan fiber optik dan konektivitas di berbagai wilayah.
Pada lini kendaraan listrik, VKTR mencatat penjualan puluhan unit kendaraan listrik untuk berbagai sektor industri, termasuk pengiriman bus listrik ke TransJakarta. Selain itu, BNBR juga memperluas bisnis energi hijau melalui pengembangan PLTS atap dan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.
Perseroan menegaskan fokus ke depan akan diarahkan pada penguatan infrastruktur fisik dan digital, serta pengembangan industri berkelanjutan untuk mendukung transformasi ekonomi nasional.
