183 Hektare Lahan Pertanian di Padang Pariaman Terendam Banjir, Ribuan Warga Terdampak

183 Hektare Lahan Pertanian di Padang Pariaman Terendam Banjir, Ribuan Warga Terdampak

Banjir Padang Pariaman kembali menimbulkan dampak besar pada sektor pertanian dan permukiman warga. BNPB melaporkan bahwa 183 hektare lahan pertanian dan 26 hektare kebun terendam akibat luapan sungai yang tidak mampu menahan curah hujan tinggi selama tiga hari terakhir. Kondisi ini menyebabkan 21 desa di delapan kecamatan terendam air dengan ketinggian antara 30 hingga 150 sentimeter.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan bahwa banjir sempat surut pada Minggu (23/11/2025) malam. Namun, tingginya curah hujan membuat air kembali naik pada Senin (24/11/2025). Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Lubuk Alung, Batang Anai, Sintuk Toboh Gadang, Ulakan Tapakih, 2×11 Enam Lingkung, Enam Lingkung, Nan Sabaris, hingga V Koto.

Selain itu, 3.076 rumah warga terendam, dan dua di antaranya mengalami kerusakan. Infrastruktur seperti jalan antardesa, dua jembatan, satu bendungan, dua saluran irigasi, serta satu bangunan sekolah dasar juga mengalami kerusakan akibat banjir. Termasuk jalan depan RSUD Padang Pariaman dan rabat beton Korong Pasa Limau.

BNPB memastikan 9.228 warga terdampak sudah mendapat pendampingan petugas, dengan 258 orang di antaranya mengungsi ke mushala dan rumah aman di Kampung Galaluang, Parik, dan Palak Pisang

Dikutip dari RRI.co.id