Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama Danantara berencana memanfaatkan aset badan usaha milik negara (BUMN) untuk mengembangkan 12 kota masa depan dengan konsep smart city atau kota pintar. Pengembangan ini dirancang untuk mengintegrasikan kawasan hunian, fasilitas pendidikan, rumah sakit, serta infrastruktur perkotaan yang mendukung kebutuhan masyarakat.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa pembangunan tersebut tidak hanya berfokus pada infrastruktur modern, tetapi juga penyediaan rumah terjangkau, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah.
Sejumlah aset BUMN yang disiapkan untuk mendukung rencana tersebut meliputi aset PTPN di Walini, Padalarang, kawasan Batang, serta lahan di Deli Serdang, Medan. Aset-aset itu akan dikonsolidasikan untuk mempercepat pengembangan kawasan kota masa depan.
Salah satu rencana yang disiapkan berada di Padalarang, dengan target pembangunan sekitar 200 ribu hingga 250 ribu unit hunian. Kawasan ini direncanakan dilengkapi infrastruktur pendukung dan menerapkan konsep transit-oriented development (TOD), yakni pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan transportasi umum.
Untuk mempercepat pelaksanaan program, Dony mendorong pembentukan badan usaha serta proses pengalihan aset agar segera dilakukan. Melalui pengembangan 12 smart city tersebut, BP BUMN dan Danantara berharap aset negara dapat dimanfaatkan secara produktif sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan fasilitas publik.
