Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Provinsi Riau pada Kamis, 22 Oktober 2026. Pantauan di Kota Pekanbaru sekitar pukul 09.00 WIB menunjukkan jarak pandang mendatar hanya sekitar 1,5 kilometer. Sejumlah warga terlihat mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Kemunculan kabut asap ini dikeluhkan masyarakat karena sehari sebelumnya kondisi udara sempat membaik. Warga Pekanbaru, Hera, mengaku khawatir gangguan kesehatan yang dialaminya akibat paparan asap sebelumnya kembali muncul. Sementara itu, warga lainnya, Rahmat, mengatakan asap pekat membuatnya merasa sesak napas dan tenggorokannya sakit.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memperkirakan kondisi udara berkabut asap masih berpotensi terjadi sepanjang hari hingga dini hari. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga berpeluang turun di sejumlah wilayah Riau, termasuk Pekanbaru, pada waktu tertentu.
BMKG turut mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah. Berdasarkan pembaruan data pukul 23.59 WIB, terpantau 3.983 titik panas di wilayah Sumatera, dengan satu titik berada di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Jumlah titik panas tersebut merupakan data kawasan Sumatera secara keseluruhan, bukan hanya Riau.
Di tengah kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap, terutama bagi sistem pernapasan. Warga disarankan menggunakan masker saat berada di luar ruangan serta membatasi aktivitas di luar rumah apabila kabut asap semakin pekat.
