Ketinggian muka air (TMA) Kali Bekasi mengalami kenaikan signifikan pada Senin (4/5) malam hingga mencapai 635 sentimeter, jauh di atas batas normal 350 sentimeter. Kondisi tersebut membuat BPBD Kota Bekasi menetapkan status siaga dan membunyikan sirine peringatan banjir di sejumlah wilayah rawan.
Kenaikan debit air dipicu oleh tingginya curah hujan serta kiriman air dari wilayah hulu, khususnya dari Cileungsi dan Cikeas. Meski sempat terus meningkat, BPBD menyebut ketinggian air telah berada pada level puncak (top level) setelah tidak mengalami kenaikan lebih lanjut dalam kurun waktu sekitar satu jam.
Sejumlah personel BPBD telah disiagakan di berbagai titik untuk melakukan pemantauan serta antisipasi evakuasi jika kondisi memburuk. Warga di kawasan rawan seperti Kampung Lebak, Bekasi Utara, juga telah diminta untuk bersiap bahkan melakukan pengungsian sebagai langkah antisipatif.
Di beberapa lokasi, genangan air mulai dilaporkan terjadi, termasuk di wilayah Bekasi Timur. Meski demikian, sebagian warga menyebut air masih dalam kondisi terkendali dan belum meluap ke permukiman.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca dan kiriman air dari hulu masih berpotensi meningkatkan debit air dalam waktu dekat.
Dikutip dari RRI.co.id
