Jakarta — Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak setelah speedboat yang mereka tumpangi untuk meliput Gunung Anak Krakatau tidak diketahui keberadaannya di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Total delapan orang yang berada di dalam speedboat masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.
Kelima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal. Berdasarkan keterangan Pewarta Foto Indonesia (PFI), mereka terdiri dari pewarta foto dan jurnalis lepas yang bertugas untuk sejumlah media. Selain lima jurnalis, terdapat kapten kapal Warta (55), ABK Surakman (60), serta pemandu atau guide Heriyanto (49).
Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB saat salah satu jurnalis mengirimkan titik lokasi kepada rekannya di Lampung. Lokasi tersebut berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau. Speedboat kemudian dinyatakan hilang kontak sepenuhnya pada pukul 18.13 WIB.
Tim SAR telah melakukan penyisiran di sejumlah wilayah, termasuk Pulau Sebesi, Pulau Panjang, Pulau Rakata hingga perairan Sangiang. Namun, operasi pencarian hari pertama belum menemukan tanda-tanda keberadaan speedboat maupun delapan orang yang berada di dalamnya. Pencarian dilanjutkan pada Rabu (9/9) dengan memperluas area penyisiran sesuai hasil evaluasi dan kondisi di lapangan.
