Partai Gerindra mencatat elektabilitas sebesar 23,1 persen dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang dilakukan pada 12–20 Oktober 2026. Hasil tersebut menempatkan Gerindra di posisi teratas dalam tingkat keterpilihan partai politik untuk pemilihan anggota DPR RI, disusul PDI Perjuangan (PDIP) sebesar 11,6 persen dan Partai Golkar sebesar 10,7 persen.
Berdasarkan hasil survei tersebut, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh elektabilitas 6,1 persen, Partai Demokrat 5,9 persen, dan Partai Amanat Nasional (PAN) 5,8 persen. Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mencatat 4,6 persen dan Partai NasDem 4,2 persen.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memperoleh 2,9 persen, diikuti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebesar 1,6 persen. Adapun Partai Gerakan Rakyat meraih 0,9 persen, Partai Gelora 0,8 persen, dan Partai Hanura 0,2 persen.
Lima partai lainnya, yakni Partai Perindo, Partai Ummat, Partai Buruh, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), dan Partai Garuda, masing-masing mencatat elektabilitas 0,0 persen. Survei ini juga menemukan 21,6 persen responden belum menentukan pilihan, tidak menjawab, atau merahasiakan preferensi politik mereka.
IPO melaksanakan survei tersebut dalam rangka dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Penelitian melibatkan 1.200 responden dengan metode multistage random sampling, tingkat kepercayaan 95 persen, serta margin of error sebesar ±2,9 persen.
Hasil survei ini menggambarkan preferensi responden selama periode pengumpulan data pada Oktober 2026. Angka elektabilitas tersebut merupakan hasil survei dan bukan hasil pemilihan umum.
