Partai Gerindra menegaskan kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Prancis merupakan agenda diplomasi strategis negara yang telah direncanakan jauh hari dan bukan perjalanan pribadi. Penegasan itu disampaikan merespons polemik yang muncul karena lawatan tersebut bertepatan dengan momentum Hari Raya Iduladha 2026.
Juru Bicara Gerindra Bahtra Banong menyebut agenda kenegaraan seperti kunjungan luar negeri disusun melalui proses komunikasi diplomatik antarnegara yang panjang dan terukur. Menurutnya, waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan Iduladha merupakan bagian dari penjadwalan resmi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Bahtra menilai kunjungan tersebut justru menunjukkan keseriusan Presiden Prabowo dalam memperjuangkan kepentingan nasional di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang semakin kompleks. Ia menyebut Prancis sebagai mitra strategis Indonesia dalam berbagai sektor penting, mulai dari pertahanan, investasi, teknologi, energi, hingga industri strategis.
Menurutnya, yang perlu dilihat publik adalah manfaat konkret dari kunjungan tersebut, seperti peluang investasi baru, penguatan kerja sama ekonomi, transfer teknologi, serta peningkatan posisi tawar Indonesia di kancah internasional. Ia menilai agenda negara tidak seharusnya dipersempit menjadi polemik simbolik bernuansa politis.
Bahtra juga menegaskan bahwa kesediaan Presiden Prabowo menjalankan tugas kenegaraan di tengah momentum hari raya mencerminkan komitmen menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo bertolak ke Prancis pada Selasa dini hari. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan kunjungan resmi tersebut merupakan undangan kenegaraan yang telah diagendakan sejak tahun sebelumnya.
Dikutip dari cnnindonesia.com
