Gunung Marapi kembali mengalami erupsi dengan menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 2.000 meter di atas puncak pada Sabtu pagi.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melaporkan aktivitas vulkanik tersebut terjadi pada pukul 08.42 WIB. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong mengarah ke timur laut.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan durasi sekitar satu menit 25 detik. Aktivitas ini dipicu akumulasi energi magma di dalam perut gunung.
Saat ini status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang memasuki radius tiga kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek untuk menghindari ancaman material vulkanik.
Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di kawasan gunung juga diminta mewaspadai potensi lahar dingin, terutama saat hujan. Selain itu, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan akibat hujan abu vulkanik.
Sumber antaranews.com
